Senja saat gerimis turun
Sedangkan engkau telah berada pada tumit malam
Dan, tentang keakuan yang kita miliki dulu
Akhirnya terkapar menahan rasa dahaga tak tertahankan
Bulir-bulir bening Mengalir sebagaimana mestinya
Berharap adanya keajaiban di balik selubung kegaiban
gelaplah nyatanya yg menyelimuti
Membawa untaian harap dalam kegelisahan
Akan kubawa kemanakah rindu ini, kekasih
Saat ditengah lautan tak berbatas
Puncak keletihan memagut
dan gelombang mengombang ambingkan rasa ketakberdayaan
Inilah kurasa batas segala waktu
Memporak porandakan puing-puing kasih kita
Dalam tatapan mata kosong dan kelam
kita menikmati denyut nadi yang semakin melemah
Penulis
Yank Hanafi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar