Halaman

Asalamualaikum

Selasa, 08 Mei 2012

Cukup Satu Jam

Halimun turun perlahan menutup
Dedaunan dan rumput di halaman
Butirnya yang bening sekali berkilauan
Diterpa matahari yang enggan pulang
"Merah, kuning, biru, jingga dan ungu
Kini berganti kelabu"
Keceriaan yang dulu selalu mewarnai pagi seperti ini
Sekarang tinggal bayang-bayang
Halimun menutup segala-galanya

Tak terbayang sebelunmya, kegalauan itu
Akhirnya akan hinggap juga
Hari-hari yang penuh warna,
sekejap lenyap bersama mimpi
mungkinkah bahagia hadir lagi
dan hari-hari berwarna kembali?
Entahlah..........
Kalau saja waktu bisa berputar balik
Ingin rasanya hari ini menjadi hari-hari yang lalu
Kalau saja jarum jam bisa berputar ke kiri
Ingin rasanya detik ini menjadi jam-jam yang telah lama lewat
Dan,
Kalau saja rasa ini bisa bertaut
Ingin rasanya mereguk kembali bahagia yang lama terkubur
Tidaklah usahlah sehari,
Cukup satu jam saja..................
Satu jam memang bukan waktu yang lama
Untuk sebuah pertemuan
Tetapi, satu jam sudahlah cukup untuk membunuh rindu
Yang lama tertahan
Apalagi, pertemuan ini nanti terus terpatri
Di lubuk hati yang terdalam
Meskipun,
Kadang-kadang kebahagiaan bisa hadir hanya lewat
Sebuah bayangan
Bukankah akan lebih bagus lagi kalau bisa
Menjelma di hadapan kita

Kalaupun kebahagiaan itu tidak mungkin hadir selamanya
Satu jam saja pun, cukuplah sudah
Masih terlintas dalam ingatan, ketika
Ucap itu hadir dan sekalipun tak pernah kuharapkan
Tapi kini tak mungkin lagi
Katamu, semua tak berarti lagi
Satu jam saja, itupun tak mungkin lagi
Tak mungkin lagi...............
 
 
Penulis
Yank Hanafi 

LANGKAH


Berjalan di bawah reruntuhan gerimis usai hujan
Kala hari menjelang senja
Jejak-jejak tapak tak lagi tampak
Suara-suara detak derap menjadi senyap
Ach,,,perjalanan yang teramat lengang

Berdiri di ujung jalan sebuah persimpangan
Kala pesona mentari memudar
Derit-derit rem seakan tercekam
Deru-deru mesin berguguran
Ach,,,,persimpangan yang begitu perih

Bermenung di atas kenang usai terluka
Kala hendak melepas dendam dan sakit hati
Membunuh akan rasa kerinduan
Bukankah kasih saying tak punya arti lagi…?
Ach….sungguh sesuatu yang mesti dipikir lagi


Penulis

Yank Hanafi

HILANG

Masa lalu
Adalah lilin-lilin kecil
Yang menari-nari dalam hembusan
Angin-angin nakal
Dan padam setelah meluluhkan masanya
Kemudian membeku

Masa lalu
Adalah anak-anak sungaiyang beriak-riak
Dalam taburan tangan-tangan mungil kita
Dan terdiam setelah lelah datang
Kemudian terpaku

Masa lalu adalah
Jalan-jalan setapak penuh semak-belukar
Dalam peluh-peluh semangat
Dan kita menyusurinya dengan jari jemarisalaing menyatu

Masa lau adalah tawa canda, hari-hari ceria
Dalam binary-binar masa kita
Dan tertunduk setelah malam menjelang pagi
Kita terkantuk-kantuk

Masa lalu adalah
Kisah kasih cinta sejati kita
Dan terpaku setelah semuanya berlalu membatu

Masa lau adalah mimpi-mimpi dikala senja
Dengan penuh rasa ingin terulang dan mengulang

Masa lalu adalah kasih saying terselubung cinta
Yang telah kehilangan makna dan tujuan
Penulis

Yank Hanafi

HAMPA



Selalu saja kucari bayanganmu pada
Senja saat gerimis turun
Sedangkan engkau telah berada pada tumit malam
Dan, tentang keakuan yang kita miliki dulu
Akhirnya terkapar menahan rasa dahaga tak tertahankan

Bulir-bulir bening Mengalir sebagaimana mestinya

Berharap adanya keajaiban di balik selubung kegaiban
gelaplah nyatanya yg menyelimuti
Membawa untaian harap dalam kegelisahan

Akan kubawa kemanakah rindu ini, kekasih

Saat ditengah lautan tak berbatas
Puncak keletihan memagut
dan gelombang mengombang ambingkan rasa ketakberdayaan

Inilah kurasa batas segala waktu

Memporak porandakan puing-puing kasih kita
Dalam tatapan mata kosong dan kelam
kita menikmati denyut nadi yang semakin melemah

Penulis

Yank Hanafi